Padang, 2
September 2025 – Universitas Perintis Indonesia (UPERTIS) menggelar Focus Group
Discussion (FGD) Evaluasi Renstra Tahap I dan pembahasan Draft Renstra Tahap II
pada Selasa (2/9), bertempat di Ruang Rapat Gedung D Lantai 2. Kegiatan ini
dihadiri oleh perwakilan Yayasan perintis padang, Rektor, Wakil Rektor, Dekan,
Kepala Biro, Ketua Lembaga, Kaprodi, dan Kepala UPT.
Agenda utama
forum adalah mengevaluasi capaian Renstra Tahap I sekaligus merumuskan arah
kebijakan pada Renstra Tahap II. Dari hasil evaluasi, diketahui bahwa indikator
pada pilar pendidikan sebagian besar belum mencapai 100%. Beberapa kendala
utama yang teridentifikasi antara lain implementasi Project Based Learning
(PJBL) dan case method yang masih terbatas, rendahnya partisipasi mahasiswa
pada kegiatan di luar kampus, serta kerjasama internasional yang belum optimal.
Selain itu, keterbatasan jumlah dosen lektor kepala, produktivitas publikasi
ilmiah yang rendah, minimnya sarana-prasarana, serta keterbatasan pendanaan
juga menjadi tantangan besar.
Meski demikian,
UPERTIS juga mencatat sejumlah capaian positif. Kelulusan uji kompetensi
sebagian besar sesuai target, tata kelola universitas dinilai baik, serta
berhasil meraih hibah dan program kreativitas mahasiswa (PKM). Branding
institusi juga meningkat melalui capaian akreditasi dan sertifikasi dosen.
Renstra Tahap I dinilai masih relevan dengan visi universitas karena mampu
mendorong peningkatan standar mutu pendidikan, meskipun dampaknya terhadap
kesejahteraan sivitas akademika dan jumlah mahasiswa baru belum terlalu
signifikan.
Dalam diskusi,
peserta menegaskan bahwa pembelajaran utama dari Renstra Tahap I adalah
perlunya komitmen nyata dalam eksekusi, bukan sekadar penyusunan rencana.
Penguatan koordinasi antar-unit, monitoring dan evaluasi yang terstruktur,
serta budaya mutu yang konsisten menjadi catatan penting. Pendanaan juga
disebut sebagai faktor kunci keberhasilan program.
Untuk Renstra
Tahap II, rekomendasi yang mengemuka mencakup penguatan kualitas SDM melalui
studi lanjut, publikasi, dan perlindungan HAKI, peningkatan sarana
laboratorium, perpustakaan, serta teknologi pembelajaran. Selain itu, penguatan
unit bisnis universitas, tracer study, pusat karir, peningkatan softskill
mahasiswa, serta implementasi nyata kerjasama internasional termasuk penerimaan
mahasiswa asing menjadi prioritas.
Secara umum, FGD
menyimpulkan bahwa Renstra Tahap I telah menjadi fondasi penting bagi
pengembangan UPERTIS. Namun, pada Renstra Tahap II universitas dituntut lebih
fokus pada aspek eksekusi, pendanaan, peningkatan mutu akademik, serta
kesejahteraan sivitas akademika. (SR_UPertis)


