Padang – Universitas Perintis Indonesia sukses menggelar Objective Structured Clinical
Examination (OSCE) Keperawatan
pada
tanggal 13–14 Agustus 2025 di osce center Gedung G Kampus universitas perintis indonesia. Kegiatan ini menjadi momen penting bagi mahasiswa
Program Profesi Ners dan D3 Keperawatan untuk membuktikan keterampilan klinis
mereka secara objektif, terstruktur, dan sesuai standar nasional.
Ketua OSCE Keperawatan, Ners.
Endra Amalia, M.Kep, menjelaskan bahwa OSCE adalah metode evaluasi
yang dirancang untuk menilai kemampuan klinis mahasiswa melalui serangkaian
stasiun ujian dengan skenario yang sama bagi seluruh peserta. “Tujuannya adalah
memastikan penilaian dilakukan secara adil, efektif, dan terstandar, sehingga
kompetensi mahasiswa benar-benar teruji,” ujarnya.
Pelaksanaan OSCE tahun ini diikuti oleh 73 peserta, terdiri
dari 48 mahasiswa Program Profesi Ners dan 25 mahasiswa Program Studi D3
Keperawatan. Ujian dibagi menjadi enam sesi selama dua hari — empat sesi untuk
Program Profesi Ners pada hari pertama, dan dua sesi untuk D3 Keperawatan pada
hari kedua.
Seluruh rangkaian ujian dilakukan di Gedung G Kampus 1
karena fasilitasnya memenuhi persyaratan OSCE yang terstandar. Peserta terlebih
dahulu ditempatkan di ruang karantina sebelum dipandu menuju stasiun ujian.
Setiap sesi berlangsung melalui siklus 12 stasiun hingga seluruh peserta
menyelesaikan ujian.
Persiapan kegiatan ini meliputi penyusunan proposal
anggaran, pembentukan panitia yang melibatkan pimpinan universitas hingga
program studi, serta pembekalan mahasiswa peserta ujian. “Proses persiapan
berjalan paralel, dari perencanaan anggaran hingga penentuan jadwal dan teknis
pelaksanaan,” tambah Ners. Endra.
Dengan terlaksananya OSCE Keperawatan 2025 ini, Universitas Perintis Indonesia menegaskan komitmennya dalam menghasilkan lulusan tenaga kesehatan yang kompeten dan siap terjun di dunia kerja, serta memenuhi standar profesional keperawatan di tingkat nasional maupun internasional.







