Dosen Upertis Sosialisasi Deteksi Dini Kanker pada Anak di Kenagarian Sungai Sarik

Kanker merupakan sebuah penyakit keganasan yang sering menyebabkan kematian. Tidak hanya menyerang pada orang dewasa, kanker juga menyerang anak-anak. Sebanyak 300.000 anak terdiagnosa kanker setiap tahun dengan rentang usia 0-19 tahun.

Di Indonesia sendiri data yang dihasilkan dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 menunjukkan prevelensi jumlah kanker yang diderita oleh anak usia 0-14 tahun berjumlah 16.291 kasus. Menurut Kementerian Kesehatan (2015) kemungkinan terjadinya kasus baru kanker pada anak berjumlah 4.100 kasus dengan kemungkinan meningkat tiap tahunnya.

Dosen Universitas Perintis Indonesia melihat fenomena tersebut melakukan sosialisasi deteksi dini kanker pada anak di Kenagarian Sungai Sarik. Tim sosialisasi yang berjumlah enam orang yang terdiri dari dosen dan mahasiswa melakukan sosialisasi dengan mengikutsertakan ibu-ibu di Kenagarian Sungai Sarik.

Ketua tim sosialisasi, Ns. Andrye Fernandes, M.Kep., Sp.Kep.An mengatakan penderita kanker anak di Indonesia kian meningkat setiap tahun. Pada anak usia 0-14 tahun, prevalensi kanker anak adalah 9 per 100 ribu penduduk. Sementara, pada anak usia 0-5 tahun, prevalensi kanker anak adalah 18 per 100 ribu penduduk.

"Setiap tahun, diperkirakan 90 ribu anak meninggal akibat penyakit kanker. Angka kematiannya mencapai lebih dari 50 persen. Tingginya angka kematian pada anak akibat kanker disebabkan ketidaktahuan orangtua terhadap gejala penyakit yang diderita sang anak," katanya, Rabu (10/2/2021).

Ia melanjutkan, biasanya mereka baru datang ke rumah sakit setelah kanker memasuki stadium lanjut. Ketidaktahuan orangtua disebabkan penyakit kanker pada anak sulit untuk dideteksi dan ditemukan. Faktor lain berhubungan dengan kemampuan anak yang berbeda beda dalam menyampaikan keluhan yang dirasakan ke orangtuanya. Mempelajari keadaan diatas, maka diperlukan kegiatan deteksi dini pada orangtua anak.  
 
"Penyuluhan dan edukasi kesehatan untuk pencegahan penyakit menjadi tanggung jawab perawat, dalam upaya pemberdayaan orangtua anak memberikan perawatan optimal bagi tumbuh kembangnya. Dalam rangka memperingati hari kanker anak sedunia yang diperingati pada tanggal 15 Februari 2021, maka kami melakukan pengabdian masyarakat dengan tema “Kenali Kanker Pada Anak: deteksi dini segera!” ditujukan kepada pada orangtua dari anak di Sungai Sariak," jelasnya.

Ia menyatakan tujuan kegiatan tersebut dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang kanker pada anak di Kanagarian Sungai Sariak. Sosialisasi dilakukan dengan kegiatan metoda ceramah, diskusi dan tanya jawab. Peserta yang mengikuti sosialisasi berjumlah 22 orang yang terdiri dari ibu-ibu di Kanagarian Sungai Sariak.

Sebelum melakukan penyuluhan kepada ibu-ibu tersebut, tim pengabmas melakukan pretest untuk menilai pengetahuan ibu seputar kanker pada anak didapatakan bahwa rata-rata 80% ibu-ibu tidak mengetahui defenisi, penyebab, dan deteksi dini kanker pada anak. Kemudian dilakukan penyuluhan tentang kanker pada anak dan terlihat tingginya antusias.

"Ibu-ibu dalam mendengarkandan pada sesi tanya jawab banyak pertanyaan yang diajukan oleh ibu-ibu tentang kanker pada anak yang masih belum mereka ketahui. Pada sesi terakhir tim melakukan kembali posttest dengan pertanyaan yang sama dan didapatkan rata-rata 94 % ibu-ibu tidak mengetahui defenisi, penyebab, dan deteksi dini kanker pada anak. Hasil ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan tentang kanker pada anak pada ibu-ibu di Kanagarian Sungai Sariak," tutupnya.(*)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat