Dosen dan Mahasiswa Upertis Prodi S-1 Keperawatan Sosialisasi Senam Kaki dan Tangan pada Pasien Diabetes di Jorong Sungai Sariak Baso

Prodi S-1 Keperawatan melakukan pengabdian masyarakat tentang senam tangan dan kaki menggunakan koran pada masyarakat yang belum dan sudah menderita Diabetes Mellitus di sebuah SDN 13 Sungai Sariak di Jorong Sungai Sariak Baso.

Ketua Tim Pengabmas, Ns. Ida Suryati, M.Kep mengatakan sosialisasi diikuti oleh dosen dan juga mahasiswa. Ida Suryati mengatakan Jorong Sungai Sariak merupakan sebuah daerag di Kabupeten Agam yang memiliki kasus penyakit Diabetes Mellitus. Diabetes melitus tipe dua adalah gangguan sekresi insulin ataupun gangguan kerja insulin (resistensi insulin) pada organ target terutama hati dan otot.

"Awalnya resistensi insulin masih belum menyebabkan diabetes secara klinis. Maka tidak aneh jika jumlah pasien diabetes melonjak tajam. Bahkan mereka yang masih berusia muda pun sudah terkena penyakit ini. Yang lebih menakutkan lagi, penyakit ini bisa mengakibatkan komplikasi pada mata, jantung, ginjal, saraf atau kemungkinan dilakukan amputasi," katanya, Rabu (10/2/2021).

Ia menjelaskan, salah satu komplikasi tersebut adalah ulkus. Ulkus diabetic merupakan luka terbuka pada permukaan kulit karena adanya komplikasi makroangiopati sehingga terjadi vaskuler insusifiensi dan neuropati. Keadaan lebih lanjut terdapat luka pada penderita yang sering dirasakan dan dapat berkembang menjadi infeksi.

Kondisi ini dibutuhkan pengetahuan sangat penting mengembangkan diabetes self-management untuk mencegah resiko komplikasi jangka panjang dengan pergerakan yang ketat. Kegiatan ini merupakan bentuk aplikasi dalam pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa.

Berdasarkan hasil sosialisasi tersebut ditemukan permasalahan kesehatan pada penderita DM bahwa mereka mengatakan tidak pernah mendengar dan mendapatkan informasi tentang adanya senam tangan dan kaki yang dapat dilakukan menggunakan kertas koran.

"Senam itu dapat berfungsi untuk menurunkan glukosa darah dan mencegah terjadinya luka dan membantu melancarkan peredaran darah pada tubuh. Senam tangan dan kaki dapat membantu memperbaiki sirkulasi darah dan memperkuat otot-otot kecil kaki dan mencegah terjadinya kelainan bentuk kaki. Selain itu dapat meningkatkan kekuatan otot betis, otot paha, dan juga mengatasi keterbatasan pergerakan sendi," jelasnya.

Penderita DM biasanya bila tidak dirawat cenderung tidak melakukan latihan baik secara individu ataupun berkelompok. Hal ini bisa berdampak terhadap gangguan sirkulasi pada daerah tubuh penderita terutama di daerah kaki yang beresiko untuk terjadinya luka. Penyakit Diabetel Mellitus jika terjadi luka maka proses penyembuhannya akan lama.

Untuk itu diberikan pendidikan kesehatan tentang senam tangan dan kaki menggunakan koran. Adanya pendidikan kesehatan akan terbentuklah suatu sikap dan tindakan yang baik dalam menjaga kesehatan diri dan mencegah komlpikasi.
 
"Pengabdian ini berlangsung pada hari Minggu tanggal 17 Januari 2021 yang dimulai pukul 9.00- 12.00 WIB. Yang dihadiri oleh 23 orang masyarakat di Jorong Sungai Sariak. Masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan ini terlihat dari beberapa warga yang kita tanya bisa menjawab dan mencobakan kembali latihan yang diajarkan," terangnya.

Di akhir kegiatan tim tersebut juga melakukan pemeriksaan glukosa darah pada masyarakat. Ia berhara dengan kegiatan itu bisa dilakukan secara berkelanjutan dan meningkatkan kualitas hidup penderita DM.(*)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat